3. Istilah ” F ” untuk Canary …..

KETURUNAN – CANARY

ISTILAH “ F “ UNTUK KETURUNAN KENARI

Para penghobi unggas khususnya Kenari tentunya tidak asing dengan istilah ; kenari lokal, impor, F1, F2, F3 dan AF. Dalam tulisan ini kami akan berbagi pengalaman tentang Istillah “ F “ yang biasa kita dengar, mungkin topik tulisan sudah ada yang menulisnya akan tetapi anggaplah tulisan ini merupakan pelengkap bagi yang memerukannya. Dibeberapa daerah penafsiran Istilah “ F “ berbeda-beda, namun hal itu bukanlah merupakan patokan mutlak untuk menentukan kenari itu berkualitas. Di Yogyakarta istilah istilah “ F ” akan berbeda dengan di Surabaya, Malang, Cirebon, Bandung, Jakarta atau didaerah lain di Indonesia.

Teori Genetika oleh ilmuan Gregor Johann Mendel, berpendapat “ F ” = merupakan singkatan dari kata Filial yang berarti Keturunan. Dalam setiap perkawinan / persilangan menurut Mendel akan mewarisi Hereditas sifat induknya (parental).

Secara Hereditas (pewaris sifat dari induk kepada keturunannya) Mendel berpendapat, sbb :

  • Hibrid (hasil persilangan antara dua individsu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setiap hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang sama.
  • Karakter atau sifat dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali secara teratur dan inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor tertentu yang mengambil peran dalam pemindahan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya (gen).
  • Faktor keturunan, mengikuti distribusi yang logis.

Secara praktek dipenangkaran kami, tebukti benar seperti yang didivinisikan Mendel, dalam penyilangan kami menggunakan indukan (jantan) Kenari impor Yorkshire dan Lizard, disilangkan dengan indukan (betina) kenari Local . Penyilangan yang kami lakukan dengan memperhatikan aspek ; Parental (indukan) dan Fenotipe (karakter/sifat yang dapat diamati seperti ; bentuk, warna, suara, dll) dari bakal calon indukan, dengan hasil, sbb :

1.       Kenari  Yorkshire (kuning) jantan dengan betina  local (bon hijau) disilangkan turunannya di-Istilahkan “ F.1 “,   dengan gen  Dominan Hereditas  50 %  Yorkshire  ;

  • 25 % =   warna dominan kuning  berpostur                       semi Yorkshire.
  • 25 % =   warna dominan bon hijau berpostur                    semi Yorkshire.
  • 50 % =   warna Campuran (hijau dan kuning) berpostur   semi Yorkshire.
 

2.      Jika kenari  F.1 (bon hijau) jantan dengan betina  F.1 (kuning) disilangkan  dari turunan berbeda anakannya  di-Istilahkan “ F.2 “,   dengan gen  Dominan Hereditas  25 %  Yorkshire  ;

  • 25 %    =   warna dominan  kuning berpostur  sedang  strain  Yorkshire   hilang.
  • 25 %    =   warna dominan bon hijau berpostur  sedang  strain  Yorkshire hilang.
  • 25 %    =   warna campuran  berpostur  sedang  strain  Yorkshire hilang.
  • 25 %    =   warna campuran atau bon hijau / kuning berpostur  kecil.

 

3.      Selanjutnya jika kenari  F.2 dengan  F.2 disilangkan  dari turunan berbeda anakannya di-Istilahkan  Kenari F.3

Begitu seterusnya jika  kenari    F.3 dengan  F.3 disilangkan  keturunan di-Istilah Kenari  “  F.4 ”, dan seterusnya hingga “ F “ ( ? ).  Pada tahap persilangan berjenjang ini  strain Yorkshire akan hilang dan dominant menjadi kenari  berpostur kecil / local.

Lain daerah tentunya lain pula pendapatnya tentang Istilah Kenari “ F “. Berdasarkan pengamatan penulis secara global teori Mendel ini banyak dipakai oleh peternak di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun berdasarkan sepengetahuan penulis beda halnya dengan Yogyakarta, Jakarta, Bandung hingga Cirebon teori Gregor Johann Mendel, istilah “ F “ bukan merupakan patokan mutlak hal ini didasarkan atas kekuatan Gen Dominan Hereditas, dan Istilah ini lazim dipergunanakn oleh penangkar / penghobi kenari, sbb :

* Jika kenari Yorkshire (impor) disilangkan Kenari Local turunannya di-Istilahkan “ F.1” dengan gen Dominan Hereditas 50 % Yorkshire. Biasanya para penangkar kenari melakukan persilangan monohibrid pada kenari F.1 ini, sbb :

  • Jika “ F.1 “ disilangkan dengan kenari “ F.1 “ turunannya di-Istilahkan “ AF “ (Anakan F.1) dengan bentuk lebih kecil, hereditas fenotipe dari parental (indukan) akan semakin berkurang.
  • Jika “ F.1 “ disilangkan dengan “ Local ” turunannya di-Istilahkan “ Local Super “ dengan bentuk lebih kecil, hereditas fenotipe dari parental (indukan) akan semakin membias.
  • Dan seterusnya jika kenari Local Super disilangkan dengan kenari Local Super turunannya di-Istilahkan kenari “ Local “.

Menciptakan Strain baru tidaklah semudah yang dibayangkan, dari tinjauan beberapa literatur, Final Strain dapat dibentuk miniman 8 (delapam) generasi keturunnan dari hasil crossing mutan yang diambil dan ditetapkan sebagai sampling baku.
Strain dapat diibaratkan darah atau garis keturunan besar, yang apabila dikawinkan / disilangkan akan menghasilakan, sebagai berikut :

1.      Apabila 2 (dua) indukan sejenis dikawinkan akan, melahirkan keturunan yang sama dengan indukannya dengan gen dominan hereditas diatas 90 %.

2.     Apabila 2 (dua) indukan tidak sejenis di silangkan, akan melahirkan keturunan dan gen dominan hereditas diatas 50 %.

Andai kita menghayal, Apakah para penangkar di Indonesia suatu saat dapat menciptakan Strain baru … !!!
Jawabnya tentu “ Bisa “ asalkan ada kerja sama yang baik antara sesama penangkar dan saling bersinergis. Dalam tulisan ini, penulis menggugah para penangkar untuk bekerja sama, konsisten dan berkesinambungan untuk menciptakan Strain baru asli Indonesia yang unggul dan dapat menjadi primadona ekspor bagi penghobi kenari di manca negara.

“ F “ (Filial) yang berarti Keturunan, hanyalah Istilah yang lazim dipakai oleh kalangan penangkar / penghobi kenari bukan merupakan patokan mutlak, pengklasifikasian ini secara umum bertujuan untuk membedakan hereditas fenotipe terbaik dari hasil persilangan guna meningkatkan kualitas fenotipe menjadi kenari unggulan yang layak tanding dan menjadi KENARI JUARA.

by, Drs. Bagus Hariyanto Hannover, SH
{ http://matrixcanary.co.cc }

~ oleh Drs. Bagus Hariyanto Hannover, SH pada Februari 6, 2010.

4 Tanggapan to “3. Istilah ” F ” untuk Canary …..”

  1. ini baru giid …. best artikel. (by zero 21)

  2. Txs banget ‘Matrix Canary Bird’ Artikelnya bagus banget, punten saya copy artikelnya … buat panduan.

    Info artikel ini banyak di contek, tapi tdk mencantumkan sumber dari Matrix Canary Bird.

    Trimsssssss

  3. THE BEST ARTIKEL

    (smart.com)

  4. […] istilah F untuk keturunan kenari menurut Drs. Bagus Hariyanto Hannover, SH yang di posting Matrix Canary . Memang banyak pengertian tapi mungkin kita bisa menarik kesimpulan mana yang menurut kita yang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: